Rate this post

Kenalan yuk sama Elementor, plugin WordPress andalan yang bikin desain website jadi keren dan gampang banget, tanpa pusing ngoding.

Elementor Tuh Apaan

Lo pernah nggak sih pengen bikin website keren tapi males banget belajar coding? Kayak HTML, CSS, JavaScript, pusing kan ya? Nah, Elementor ini tuh jawabannya, gengs!

Elementor itu basically sebuah plugin page builder buat WordPress yang bikin lo bisa desain website cuma pake sistem drag and drop. Jadi lo tinggal geser-geser elemen, taruh sana-sini, dan BOOM, website lo jadi aesthetic banget tanpa perlu ngetik satu baris kode pun. Gila nggak tuh?

Bayangin lo lagi main Canva, tapi ini buat bikin website. Sesimpel itu!

Elementor ini pertama kali rilis di tahun 2016 dan sekarang udah dipake sama lebih dari 10 juta website di seluruh dunia. Literally, ini salah satu plugin WordPress paling populer yang pernah ada. Nggak heran sih, soalnya emang se-user-friendly itu.

Founder Elementor

Elementor ini didiriin sama tiga orang keren asal Israel, yaitu:

Yoni Luksenberg (CEO)

Doi ini yang jadi nahkoda utamanya Elementor. Yoni tuh visioner banget, dia percaya bahwa semua orang harusnya bisa bikin website tanpa harus jadi programmer. Sebelum Elementor, doi udah punya pengalaman bertahun-tahun di dunia web development dan tech startup.

Ariel Klikstein

Ariel ini yang ngurusin sisi operasional dan bisnisnya. Doi yang mastiin Elementor bisa jalan smooth dari sisi manajemen. Kalau Yoni yang mikirin produknya, Ariel yang mikirin gimana caranya produk ini bisa sustain dan berkembang.

Elad Starter

Nah, kalau Elad ini otak teknisnya. Doi yang dulu nge-lead tim developer buat ngebangun Elementor dari nol. Basically, dia yang bikin “mesin” di balik semua keajaiban drag-and-drop yang kita nikmatin sekarang.

Ketiganya punya satu misi yang sama: Demokratisasi web design. Mereka pengen bikin tools yang accessible buat semua orang, dari yang pro sampai yang baru pertama kali megang website.

Elementor berhasil dapetin pendanaan sebesar $15 juta di tahun 2020 dan kemudian mendapat investasi lagi dengan valuasi yang terus naik. Ini ngebuktiin bahwa dunia tech emang percaya banget sama potensi Elementor.

Fitur Elementor yang Bikin Nagih

Apa aja sih fitur Elementor yang bikin dia se-hype ini? Let’s break it down!

Drag & Drop Editor

Ini tuh fitur paling signature-nya Elementor. Lo bisa langsung edit website lo secara real-time, apa yang lo lihat di editor, itu juga yang bakal keliatan di website lo (istilah kerennya WYSIWYG, What You See Is What You Get).

Caranya gampang banget:

  • Pilih elemen yang lo mau (teks, gambar, video, tombol, dll).
  • Drag ke posisi yang lo pengen.
  • Customize sesuai selera.

Nggak perlu save dulu terus preview. Semua perubahan langsung keliatan di depan mata lo. Satisfying banget!

Widget Banyak Banget

Elementor punya lebih dari 100 widget yang bisa lo pake buat ngebangun website. Beberapa yang populer:

WidgetFungsinya
HeadingBikin judul/teks yang eye-catching
ImageNambahin gambar dengan berbagai style
VideoEmbed video dari YouTube, Vimeo, dll.
ButtonBikin tombol CTA yang kece
FormBikin formulir kontak, subscribe, dll.
TestimonialNampilin review/testimonial pelanggan
Countdown TimerTimer hitung mundur buat promo
Price TableTabel harga buat jualan produk/jasa
SlidesBikin slideshow/carousel
Social IconsTambahin ikon media sosial
Google MapsEmbed peta lokasi
Progress BarBar progres buat skill atau loading

Dan masih banyak lagi! Kalau lo pake versi Pro, widgetnya makin banyak dan makin powerful.

Mau unlock semua fitur dewa kayak Popup & Theme Builder? Cuss upgrade ke Elementor Pro, dijamin website lo langsung naik level jadi pro-player!

Template Library

Males desain dari nol? Santai aja! Elementor punya library template yang isinya ratusan desain siap pakai. Lo tinggal pilih, import, terus edit sesuai kebutuhan lo.

Kategori template-nya macem-macem:

  • Landing Page — buat promosi produk.
  • Homepage — halaman utama website.
  • About Page — halaman tentang lo/bisnis lo.
  • Portfolio — buat showcase karya lo.
  • Blog — halaman artikel/blog.
  • E-Commerce — buat toko online.
  • Coming Soon — halaman “segera hadir”.
  • 404 Page — halaman error yang tetep aesthetic.

Lo juga bisa save desain lo sendiri sebagai template buat dipake lagi nanti. Smart kan?

Responsive Design

Di era sekarang, website WAJIB mobile-friendly. Dan Elementor ngerti banget soal ini!

Lo bisa preview dan edit tampilan website buat tiga ukuran layar:

  • Desktop.
  • Tablet.
  • Mobile/HP.

Jadi lo bisa pastiin website lo tetep cakep mau dibuka dari device apapun. Lo bahkan bisa hide / show elemen tertentu di device tertentu. Misalnya, gambar yang gede banget mau di-hide pas dibuka di HP? Bisa!

Motion Effects & Animasi

Pengen website lo keliatan hidup dan nggak flat? Elementor punya fitur motion effects yang bikin elemen-elemen di website lo bisa bergerak!

Beberapa efek yang available:

  • Fade In/Out — elemen muncul/hilang secara halus.
  • Slide — elemen geser dari kiri/kanan/atas/bawah.
  • Zoom — efek zoom in/out.
  • Bounce — efek mantul-mantul.
  • Parallax Scrolling — background bergerak beda kecepatan sama konten.
  • Mouse Effects — elemen bergerak ngikutin cursor mouse.
  • Sticky Elements — elemen yang nempel pas di-scroll.

Website lo bakal keliatan kayak dibikin sama web developer profesional, padahal lo cuma klik-klik doang.

WooCommerce Builder

Mau bikin toko online? Elementor Pro punya WooCommerce Builder yang bikin lo bisa customize halaman produk, cart, checkout, dan lainnya sesuka hati.

Yang bisa lo custom:

  • Halaman Single Product (tampilan detail produk).
  • Halaman Product Archive (katalog produk).
  • Halaman Cart (keranjang belanja).
  • Halaman Checkout (pembayaran).
  • Halaman My Account (akun pelanggan).

Jadi toko online lo nggak bakal keliatan generic, bisa se-unique brand lo!

Theme Builder

Ini fitur game-changer. Dengan Theme Builder, lo bisa desain SEMUA bagian website lo pake Elementor:

  • Header — bagian atas website (logo, menu navigasi).
  • Footer — bagian bawah website.
  • Single Post — layout artikel blog.
  • Archive Page — halaman kategori/tag.
  • Search Results — halaman hasil pencarian.
  • 404 Page — halaman error.

Jadi lo nggak perlu tergantung sama theme WordPress yang ada. Lo bisa bikin theme lo sendiri dari NOL pake Elementor. Gokil!

Mau bikin popup buat:

  • Ngumpulin email subscriber?
  • Nampilin promo/diskon?
  • Kasih pengumuman penting?
  • Login/register form?

Elementor Pro punya Popup Builder built-in yang bisa lo desain sesuai keinginan. Lo juga bisa atur trigger (kapan popup-nya muncul):

  • Pas halaman di-load.
  • Pas user scroll sampai titik tertentu.
  • Pas user mau nutup tab (exit intent).
  • Setelah beberapa detik.
  • Pas user klik tombol tertentu.

Global Widgets & Global Styles

Pernah nggak lo bikin satu widget yang sama di banyak halaman? Terus kalau mau edit, harus edit satu-satu? Capek kan?

Nah, dengan Global Widget, lo cukup edit SEKALI, dan perubahan bakal ke-apply di SEMUA halaman yang pake widget itu. Efisien banget!

Global Styles juga sama, lo bisa set warna, font, dan style yang konsisten di seluruh website cuma dari satu tempat.

Elementor AI

Ini fitur terbaru yang lagi hype banget! Elementor AI pake teknologi artificial intelligence buat bantu lo:

  • Generate teks/copywriting — tinggal kasih brief, AI-nya yang nulis.
  • Generate gambar — bikin gambar custom langsung dari editor.
  • Generate CSS custom — buat yang mau styling lebih advance.
  • Edit dan enhance gambar — crop, resize, remove background, dll.

Jadi lo literally bisa bikin website LENGKAP tanpa keluar dari Elementor. Konten? AI yang bikin. Gambar? AI yang generate. Coding? AI juga yang handle. Lo tinggal duduk manis sambil ngopi.

Role Manager

Kalau lo kerja bareng tim, fitur ini berguna banget. Lo bisa atur siapa yang boleh akses dan edit apa di Elementor:

  • Admin bisa akses semua.
  • Editor cuma bisa edit konten.
  • Author cuma bisa edit postingan sendiri.

Jadi nggak perlu takut ada yang nggak sengaja ngancurin desain lo.

Gak usah ribet mikirin layout lagi, tinggal klik-klik aja langsung jadi web sultan dengan ELEMENTOR. Yakin gak mau upgrade sekarang sebelum ketinggalan dari kompetitor?

Elementor Free vs Elementor Pro

Nah, ini pertanyaan yang sering banget ditanyain: “Harus bayar nggak sih?”

Jawabannya: Tergantung kebutuhan lo!

Harga Elementor Pro (per bulan):

  • Essential — $5/bulan (1 website).
  • Advanced Solo — $7/bulan (1 website).
  • Advanced — $9/bulan (3 website).
elementor harga

Menurut gue sih, kalau lo baru mulai dan cuma mau belajar, versi free udah lebih dari cukup. Tapi kalau lo udah serius mau bikin website profesional / buat client, Pro worth it banget buat investasi.

Kelebihan & Kekurangan Elementor

Kelebihan

  1. Gampang banget dipake — bahkan buat pemula total.
  2. Komunitas super besar — banyak tutorial, forum, dan grup diskusi.
  3. Update rutin — tim Elementor rajin banget nambah fitur baru.
  4. Ekosistem add-on — banyak plugin pihak ketiga yang nge-extend fitur Elementor.
  5. Versi free udah powerful — nggak harus bayar buat dapetin hasil yang bagus.
  6. SEO friendly — kode yang dihasilkan relatif clean.
  7. Integrasi luas — bisa connect sama Mailchimp, HubSpot, Zapier, dll.

Kekurangan

  1. Bisa bikin website agak berat — karena nambah banyak CSS dan JS.
  2. Cuma buat WordPress — nggak bisa dipake di platform lain.
  3. Ketergantungan — kalau Elementor di-uninstall, layout website bisa berantakan.
  4. Fitur terbaik di versi Pro — beberapa fitur kunci harus bayar.
  5. Learning curve buat fitur advance — walau basic-nya gampang, fitur pro butuh waktu buat dikuasain.

Siapa Aja yang Cocok Pake Elementor

  • Freelancer — yang terima jasa bikin website.
  • Pemilik bisnis kecil/UMKM — yang mau bikin website sendiri tanpa hire developer.
  • Blogger — yang pengen blog-nya keliatan profesional.
  • Content Creator — yang butuh portfolio online.
  • Mahasiswa — yang lagi belajar web design.
  • Digital Marketer — yang sering bikin landing page.
  • Web Agency — yang mau percepat proses development.

Cara Install Elementor di WordPress

Gampang banget, cuma beberapa langkah:

  1. Login ke Dashboard WordPress lo.
  2. Pergi ke Plugins → Add New.
  3. Ketik “Elementor” di kolom pencarian.
  4. Klik Install Now pada plugin “Elementor Website Builder”.
  5. Klik Activate.
  6. Buka halaman yang mau lo edit.
  7. Klik tombol “Edit with Elementor”.
  8. Mulai desain!

Selesai! Nggak sampe 5 menit, lo udah bisa mulai drag-and-drop.

Yuk, wujudkan website impian versi lo dengan ELEMENTOR sekarang juga dan rasakan sendiri gampangnya bikin web sekeren agensi besar.

Q&A (Tanya Jawab)

Q: Elementor itu gratis nggak sih?
A: Ada versi gratisnya dan ada versi Pro (berbayar). Versi gratis udah cukup powerful buat pemula, tapi kalau lo butuh fitur advance kayak Theme Builder, Popup Builder / WooCommerce Builder, lo perlu upgrade ke Pro.

Q: Elementor cuma bisa dipake di WordPress doang?
A: Yep, betul! Elementor itu plugin khusus WordPress. Lo nggak bisa pake di Blogger, Wix, Squarespace / platform lain. Jadi pastiin lo udah punya website WordPress (self-hosted, bukan WordPress.com versi gratis ya!)

Q: Elementor bikin website jadi lemot nggak?
A: Kalau lo pake dengan bijak, nggak juga kok. Tapi memang Elementor nambah beberapa file CSS dan JavaScript yang bisa bikin loading agak lebih lama. Tips-nya: pake hosting yang bagus, compress gambar, dan jangan kebanyakan pake animasi / efek yang nggak perlu.

Q: Kalau gue uninstall Elementor, website gue gimana?
A: Sayangnya, layout dan desain yang lo bikin pake Elementor bakal berantakan kalau plugin-nya di-uninstall. Konten teks-nya masih ada, tapi formatting dan layout-nya hilang. Jadi pastiin lo yakin sebelum uninstall ya.

Q: Perlu bisa coding nggak buat pake Elementor?
A: NGGAK PERLU sama sekali! Itu justru selling point utamanya Elementor. Tapi kalau lo ngerti dasar HTML / CSS, itu bakal jadi nilai plus karena lo bisa custom lebih dalam lagi.

Q: Elementor vs Divi, mendingan mana?
A: Dua-duanya bagus, tapi beda style. Elementor lebih ringan dan punya versi gratis, sedangkan Divi itu premium semua tapi dapet akses ke semua tema dan plugin dari Elegant Themes. Buat pemula, kebanyakan orang lebih prefer Elementor karena learning curve-nya lebih rendah.

Q: Bisa bikin toko online pake Elementor?
A: Bisa banget! Lo perlu install plugin WooCommerce (gratis) di WordPress, terus pake Elementor Pro buat customize tampilan toko online lo. Bisa bikin halaman produk, cart, checkout, semuanya!

Q: Elementor support bahasa Indonesia nggak?
A: Interface Elementor-nya pake bahasa Inggris, tapi lo bisa bikin konten website dalam bahasa apapun termasuk Indonesia. Dan banyak banget tutorial Elementor dalam bahasa Indonesia di YouTube dan blog.

Q: Berapa harga Elementor Pro?
A: Mulai dari $5/bulan buat 1 website. Ada juga paket Advanced ($9/bulan, 3 website). Bayarnya bulanan ya, bukan sekali bayar seumur hidup.

Q: Apa bedanya WordPress.com sama WordPress.org buat Elementor?
A: Elementor cuma bisa dipake di WordPress.org (self-hosted), artinya lo harus punya hosting dan domain sendiri. WordPress.com versi gratis nggak support plugin pihak ketiga kayak Elementor. Kalau mau pake WordPress.com, lo harus pake plan Business ke atas.

Disclaimer:
Artikel ini mengandung link afiliasi. Kalau lo beli lewat link di sini, gue mungkin dapet komisi kecil tanpa biaya tambahan buat lo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *